Minggu, 06 Mei 2012

Definisi Pengangguran dan Inflasi

1.     Definisi Pengangguran
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang berada yang tergolong dalam angkatan kerja (15-64 tahun) yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

2.     Jenis Dan Macam Pengangguran
A.     Berdasarkan jam kerja
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:
§  Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment)
adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
§  Setengah Menganggur (Under Unemployment)
adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
§  Pengangguran Terbuka (Open Unemployment)
adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.



B.     Berdasarkan penyebab terjadinya
Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam:
§  Pengangguran friksional (frictional unemployment)
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
§  Pengangguran konjungtural (cycle unemployment)
Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
§  Pengangguran struktural (structural unemployment)
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:
1.     Akibat permintaan berkurang
2.     Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
3.     Akibat kebijakan pemerintah
§  Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.
§  Pengangguran siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
§  Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
§  Pengangguran siklus
Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).

1.       Definisi Inflasi

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah  inflasi  juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

2.       Penyebab Inflasi

Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditasdan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) . Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.
Inflasi tarikan permintaan (Ingg: demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.
Inflasi desakan biaya (Ingg: cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangat penting.


3.       Penggolongan Inflasi
Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
1.      inflasi yang berasal dari dalam negeri
Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal.
2.      inflasi yang berasal dari luar negeri.
inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
Berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga.
1.      inflasi tertutup (Closed Inflation).  Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu,
2.      inflasi terbuka (Open Inflation). Jika kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum.
3.      inflasi yang tidak terkendali (Hiperinflasi). apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut 
 Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
1.     Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
2.     Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
3.     Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
4.     Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)

Keterkaitan Antara Pengangguran dengan Inflasi
Inflasi adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus.
                  A.W. Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran yang ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran, dalam arti jika inflasi tinggi, maka pengangguran akan rendah. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip.
Hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat.


Jumat, 04 Mei 2012

TUGAS PTKI 2B


1.      Sebutkan dan jelaskan lapisan-lapisan UNIX
2.      Sebutkan dan jelaskan kemampuan sistem operasi UNIX
3.      Jelaskan otoritas masing-masing pemakai Sistem Operasi Unix/Linux
4.      Jelaskan dan berilah contoh 5 perintah di UNIX/LINUX
5.      Buatlah direktori menggunakan perintah UNIX/LINUX dengan susunan direktori sebagai berikut :
UNIVERSITAS
FILKOM
FE
FTI
SK
AK
SI
MA
 






















Jawaban :
1.      Berikut ini adalah lapisan-lapisan sistem UNIX :
·   Sistem perangkat keras : disk, printer, tape dll.
·   Kernell : menangani sumber daya komputer, mengorganisir sistem file, mengurus disk dan tape. ( kernell sama seperti otak sistem operasi )
·   Utilitas : melakukan akses bagi pemakai.
·   Shell : penghubung sistem dan pemakai. Contoh :  bila pemakai mengetik perintah, shell akan menterjemahkan dan mengatakan pada kernell apa yang harus dilakukan.
2.      Kemampuan dan keunggulan UNIX :
·   Portability : UNIX dapat dijalankan pada berbagai jenis komputer dari Cray dan Fujitsu super komputer sampai IBM PC, Apple, laptop dan sebagainya.
·   Multiuser : Dapat diakses oleh beberapa orang sekaligus.
·   Multitasking : Dapat menjalankan bebagai tugas sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
·   File sistem hirarki : folder dalam folder.

3.       Otoritas masing-masing pemakai Sistem Operasi Unix/Linux :
·   Super User : Dapat melakukan apa saja teradap sistem (baca,tambah,ubah,hapus).
·   User biasa : Hak akses terbatas, hanya bisa memodifikasi pada home direktori masing-masing user.

4.      5 perintah di UNIX/LINUX
·       cp : Coppy/salin
format: cp (spasi) file1 (spasi) file 2  (file tujuan direktori yang sama) atau
             cp (spasi) file1 (spasi) /usr/local/file2 (file tujuan di direktori berbeda)
·       mv : move/ pindah
format: mv (spasi) file1 (spasi) file2     ; atau
             mv (spasi) file1 (spasi) /home/file2
format : cd (spasi) home   masuk ke folder home
·       rm : remove file
format : rm (spasi) file1
·       rmdir : remove direktori
format : rmdir (spasi) dir1






5.      Direktori menggunakan perintah UNIX/LINUX dengan susunan direktori sebagai berikut

·         iduser@nama_server[lokasi directory]#
·         root@gunadarma[/]#
·         root@gunadarma[/]#cd/UNIVERSITAS
·         root@gunadarma[/UNIVERSITAS]#mkdir(spasi)FILKOM
·         root@gunadarma[/UNIVERSITAS]#cd(spasi)FILKOM
·         root@gunadarma[/UNIVERSITAS/FILKOM]#mkdir(spasi)SI
·         root@gunadarma[/UNIVERSITAS/FILKOM]#mkdir(spasi)SK
·         root@gunadarma[/UNIVERSITAS/FILKOM]cd(spasi)...
·         root@gunadarma[/UNIVERSITAS/FILKOM]#mkdir(spasi)FE
·         root@gunadarma[/UNIVERSITAS]#cd(spasi)FE
·         root@gunadarma[/UNIVERSITAS/FE]#mkdir(spasi)AK
·         root@gunadarma[/UNIVERSITAS/FE]#mkdir(spasi)MA
·         root@gunadarma[/UNIVERSITAS]#cd(spasi)...
·         root@gunadarma[/UNIVERSITAS]#mkdir(spasi)FTI